Raihlah Cita-citamu setinggi langit, tidak ada yang tidak mungkin jika mau berusaha, itulah yang sedang dialami oleh aktor Indonesia Iko Uwais pria kelahiran Jakarta 12 Februari 1983. Sejak usia 10 tahun belajar seni bela diri tradisional beraliran silat Betawi. Seni bela diri yang dia tekuni sejak 22 tahun lalu, kini mengantarkan dia menjadi Aktor laga Indonesia yang mendunia.
Sabtu, 28 Februari 2015
Rabu, 25 Februari 2015
Apabila Sering Telat Makan Ini Yang Akan Anda Rasakan
Walaupun terlihat sepele, terlambat makan memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu dampak telat makan bagi kesehatan tubuh adalah menyebabkan permasalahan yang sering terjadi pada lambung, serta mengganggu organ tubuh lainnya. Inilah yang akan Rasakan :
Mudah Letih dan Lesu
Ketika Anda terlambat untuk makan, suplai pada glukosa ke otak otomatis akan teganggu. Jika
Selasa, 17 Februari 2015
Waspadai Produk Kode E (Lemak Babi) Pada Produk Kemasan
Akhir-akhir ini kita sering mendapati misal produk A katanya mengandung lemak babi. Tahukah anda gimana cara kita mengetahui bahwa suatu produk mengandung lemak babi.
Kode E sendiri merupakan standar internasional untuk aditif dalam produk pangan, yang bisa berupa bahan pewarna, pengawet, pengasam, pemanis, penstabil, pengemulsi, maupun senyawa antioksidan.
Untuk mengetahui produk makanan atau minuman itu halal atau haram harus dilihat ada tidaknya kode “E” dan tiga digit angka dibelakangnya. Untuk mengetahui kode-kode yang positif mengandung lemak babi dalam produk kemasan yang beredar diantaranya adalah: E100, E110, E120, E-140,
Kode E sendiri merupakan standar internasional untuk aditif dalam produk pangan, yang bisa berupa bahan pewarna, pengawet, pengasam, pemanis, penstabil, pengemulsi, maupun senyawa antioksidan.
Untuk mengetahui produk makanan atau minuman itu halal atau haram harus dilihat ada tidaknya kode “E” dan tiga digit angka dibelakangnya. Untuk mengetahui kode-kode yang positif mengandung lemak babi dalam produk kemasan yang beredar diantaranya adalah: E100, E110, E120, E-140,
Minggu, 15 Februari 2015
Menunggang Gajah Menjadi Salah Satu Kemahiran para Sultan Aceh
Menurut WWF, sejak Januari hingga Desember 2014 ditemukan sebanyak 24 bangkai gajah Sumatera (elephas maximus) dalam kondisi mengenaskan.
Konflik gajah dan manusia di Sumatera memang tak terhindarkan akibat meluasnya perambahan hutan. Gajah seakan telah menjadi musuh masyarakat Sumatera, termasuk Aceh, yang harus diburu dan dimusnahkan. Padahal, pada zaman Kesultanan Aceh di abad ke-17, gajah menjadi lambang keagungan kesultanan itu dan karena itu dijaga keberadaannya.
Bahkan, sebelum Kesultanan Aceh berdiri, kerajaan-kerajaan di utara Pulau Sumatera menjadikan gajah sebagai bagian tak terpisahkan dari kerajaan. Dalam buku Gadjah Putih Iskandar Muda, M Junus Djamil mengungkapkan, seorang raja di Pidie memilih gajah sebagai tunganggannya. “Dalam tahun 500 masehi didapati kerajaan yang bernama Poli, yaitu Pidie sekarang, rakyatnya beragama Buddha, rajanya mengendarai gajah,” ungkap Djamil.
Selasa, 10 Februari 2015
Catatan Kecil : (ARTI SEBENARNYA CINTA) 10 Tahun Aku Membenci Suamiku, Hingga Iapun Meninggal
KISAH di bawah ini beredar di dunia maya. Entah siapa yang menuliskannya, namun satu hal yang pasti, kita bisa memetik pelajaran sangat banyak darinya. Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)



